Kamis, 30 Desember 2010

Persamaan Manusia dengan Kecoa

Sama seperti manusia, sebagian besar kecoak memilih untuk menggunakan arah kanan.

Saat kita mendapati kecoak tergesa-gesa melarikan diri ke sudut yang gelap ketika kita menyalakan lampu, yang kita rasakan umumnya adalah perasaan jijik, bukan rasa akrab.

Akan tetapi, dari penelitian terbaru terungkap bahwa sebagian besar manusia ternyata memiliki perilaku mendasar yang sama dengan makhluk menjijikkan itu, yakni lebih menggunakan tangan kanan.

Pada penelitian, seperti dikutip dari ScienceMag, 12 Desember 2010, peneliti melepaskan kecoak pada tabung berbentuk Y. Tabung itu sebelumnya sudah diberi aroma vanilla atau ethanol untuk menarik serangga itu melewati percabangan. Peneliti kemudian mencatat arah mana yang diambil oleh kecoak.

Ternyata, 57 persen kecoak dengan antena lengkap lebih memilih mengambil arah ke kanan. Pemilihan arah kanan ini juga tidak berubah meskipun peneliti memotong salah satu antena sensitif kecoak yang berguna sebagai indra peraba dan penciuman.

Temuan yang akan dipublikasikan pada Journal of Insect Behaviour edisi mendatang ini menambah bukti bahwa bahkan otak berukuran terkecil sekalipun memiliki preferensi terhadap arah.

Menurut peneliti, penemuan ini juga bisa dimanfaatkan oleh para biolog yang tengah berusaha mencari cara untuk mengontrol kecoak baik untuk kebutuhan misi penyelamatan saat bencana, ataupun untuk mengontrol hama.

Ubur-ubur Mengancam Kehidupan Laut

Faktor penyebab melesatnya populasi ubur-ubur adalah polusi, suhu dan penangkapan ikan.

Ubur-ubur merupakan makhluk laut yang jelek, cukup berbahaya, dan tidak seperti pembunuh lainnya di samudera yakni hiu. Ubur-ubur tidak terlalu enak untuk disantap. Sayangnya, hewan itu kini siap menguasai dua pertiga bagian planet Bumi.

Pada tahun 2006 sampai 2010, sekelompok kawanan besar ubur-ubur menginvasi pantai-pantai di Spanyol. Menyengat puluhan ribu perenang. Di sejumlah tempat, ubur-ubur ini hadir dengan konsentrasi hingga 10 ekor per meter persegi.

Kelompok ubur-ubur ini juga muncul di kawasan lain di seluruh dunia. Tahun 2007, Hawaii dan Irlandia mengalami hama ubur-ubur. Perairan Israel dan Prancis di tahun 2008. Tunisia dan Italia diserbu pada 2009. Di Jepang, ubur-ubur berukuran hingga 1,8 meter makin banyak bermunculan.

Di perairan kawasan utara Australia, populasi ubur-ubur dengan tentakel hingga 2,5 meter juga meledak. Padahal, ubur-ubur ini punya racun yang bisa membunuh manusia dalam tiga menit.

Menurut María Luz Fernández de Puelles, peneliti asal Spanish Institute of Oceanography's Balearic Oceanography Center, ada tiga penyebabnya. Seperti dikutip dari Mother Nature Network, 28 Desember 2010, ubur-ubur hidup subur sebagai efek samping dari polusi, kenaikan temperatur air dan penangkapan ikan yang berlebih.

Manusia terlalu banyak membuang limbah, termasuk limbah pertanian ke sungai yang akhirnya mengalir ke laut. Seperti diketahui, pupuk didesain untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Ternyata, pupuk juga berfungsi sama di laut dengan meningkatkan pertumbuhan ganggang.

Yang jadi masalah, ganggang merupakan makanan bagi mikro organisme di laut, yang merupakan makanan utama para ubur-ubur. Semakin melimpahnya ganggang dan mikro organisme, semakin terjamin pula hidup ubur-ubur.

Kedua, pemanasan global membuat suhu air laut makin hangat. Dari penelitian, ini memicu ubur-ubur makin subur dalam bereproduksi dan membuat mereka berenang semakin mendekati pantai. Demikian pula dengan ubur-ubur tropis yang memiliki tentakel beracun.

Ketiga, penangkapan ikan yang berlebihan, khususnya tuna, hiu, dan juga penyu laut membuat ubur-ubur semakin bebas berkeliaran. Padahal, hewan-hewan pemangsa itu biasanya memakan ubur-ubur dan telur-telurnya.

“Ubur-ubur adalah pemangsa yang sangat rakus dan bersaing dengan organisme dan plankton lain untuk berebut makanan,” kata de Puelles. “Dengan melejitnya pertumbuhan ubur-ubur, maka mereka akan mengubah struktur ekosistem di laut secara drastis.”

Ikan Lele Bermutasi Jadi Pemangsa Manusia

Seekor goonch berukuran 1,8 meter dan berat 75,5 kilogram berhasil ditangkap.

Sejak tahun 1998 hingga 2007, tiga orang lenyap tenggelam mendadak di Great Kali River, sungai yang melintang di perbatasan antara Nepal dan India utara. Hal ini sangat aneh karena kawasan itu bukanlah habitat buaya dan predator air lain.

Terakhir, dari saksi mata yang melihat kejadian, seorang anak terlihat diseret ke dalam air oleh sesuatu yang tampak seperti babi berukuran panjang. Setelah itu, korban tidak pernah terlihat lagi, hidup atau mati. Demikian pula sisa-sisa tubuh ataupun pakaiannya.

Kasus-kasus itu memicu Jeremy Wade, biolog asal Inggris untuk mengamati apa yang ada di dalam sungai tersebut. Pasalnya, serangan hanya terjadi di kawasan tertentu, sepanjang sekitar 6 sampai 8 kilometer. Kawasan itu, menurut keterangan penduduk, merupakan kawasan di mana mereka biasa melarungkan jasad saudara-saudara mereka yang telah meninggal setelah dibakar.

Setelah meneliti menggunakan alat pengukur kedalaman, ia memastikan tidak ada lubang ditemukan, artinya serangan tidak diakibatkan oleh turbulensi yang terjadi di air.

Benar saja, tak lama setelah itu, dari jarak sekitar 1 kilometer dari serangan terakhir, seekor kerbau yang sedang minum di sungai yang hanya memiliki kedalaman 1 meter diserang dan diseret oleh sesuatu dari dalam air.

“Apapun yang mampu menyeret kerbau sebesar itu pasti memiliki ukuran dan bobot seberat 90 sampai 140 kilogram,” ucap Wade, seperti dikutip dari Discovery, 29 Desember 2010.

Dalam penelitian bawah air, Wade menemukan goonch catfish, serupa ikan lele yang memiliki panjang satu meter. Namun ikan itu gagal ditangkap. Penelitian lebih lanjut, diketahui bahwa terdapat beberapa kelompok goonch dan enam di antaranya berukuran sebesar manusia.

Setelah gagal menangkap ikan itu dengan alat pemancing, Wade coba memancing pemunculan ikan itu menggunakan seonggok kayu bakar dan disusun seolah-olah merupakan bekas kremasi jasad orang meninggal. Ternyata sukses.

Seekor goonch berukuran panjang 1,8 meter dan berbobot 75,5 kilogram, atau 3 kali lebih berat dibanding goonch lainnya berhasil ditangkap. Ikan ini diperkirakan cukup besar dan kuat untuk memakan seorang anak kecil, namun tak cukup besar untuk menyeret dan menyantap seekor kerbau.

Dari keterangan penduduk, Wade menyimpulkan bahwa ‘ikan lele’ itu telah bermutasi menjadi berselera terhadap daging manusia. Ikan juga tumbuh menjadi raksasa setelah terus mengonsumsi daging setengah matang sisa-sisa jasad manusia yang dilarungkan dan tenggelam di dasar sungai.

Ulat Bulu pun Bisa Bersiul

Ternyata siulan ulat bulu bisa membuat burung lari tunggang langgang.

Ulat bulu ternyata tak cuma mahir membuat sekujur tubuh Anda gatal-gatal tak keruan, tapi juga bisa bersiul layaknya seekor burung.

Memang ulat bulu memang tak akan bersiul seperti burung melalui mulut mereka. Namun, menurut para peneliti, ulat bulu bisa bersiul dengan melalui sisi-sisi tubuh mereka.

Ini mereka lakukan sebagai mekanisme pertahanan diri untuk mengusir burung-burung predator. Dari hasil penelitian terhadap ulat bulu sphinx walnut caterpillar atau Arnorpha juglandis, asal siulan mereka berasal dari tubuh mereka.

Seperti dikutip dari Livescience, setelah diamati melalui video berkecepatan tinggi, para periset berkesimpulan ketika ulat bersiul, mereka menekan kepala mereka ke belakang.

Ini dilakukan untuk menekan rongga di tubuh mereka sehingga suara siulan akan keluar melalui delapan pasang lubang angin di perut mereka.

Masing-masing pasang rongga perut itu berdecit sekitar empat detik, dengan rentang frekuensi yang bisa didengar oleh burung maupun manusia, hingga suara ultrasound.

Saat para peneliti mengamati ulat tersebut, burung warbler (burung yang pandai berkicau) yang hendak memangsa ulat itu, biasanya akan kaget dan lari tunggang langgang ketika ulat mulai bersiul. Siulan ulat bulu ini selalu menyelamatkannya dari sergapan burung warbler.

"Burung-burung ini sepertinya terkaget-kaget dengan siulan si ulat karena tidak mengira akan bunyi tersebut," ujar Jayne Yack, Neuroethologist dari Carleton University, Ottawa Kanada.

Rabu, 29 Desember 2010

" Kasih Sepanjang Jalan "

Di stasiun kereta api bawah tanah Tokyo, rini merapatkan mantel wol tebalnya erat-erat. Pukul 5 pagi. Musim dingin yang hebat. Udara terasa beku mengigit. Januari ini memang terasa lebih dingin dari tahun-tahun sebelumnya. Di luar salju masih turun dengan lebat sejak kemarin. Tokyo tahun ini terselimuti salju tebal, memutihkan segenap pemandangan.

Stasiun yang selalu ramai ini agak sepi karena hari masih pagi. Ada seorang kakek tua di ujung kursi, melenggut menahan kantuk. Rini melangkah perlahan ke arah mesin minuman. Sesaat setelah sekeping uang logam ia masukkan, sekaleng capucino hangat berpindah ke tangannya. Kopi itu sejenak menghangatkan tubuhnya, tapi tak lama karena ketika tangannya menyentuh kartu pos di saku mantel, kembali rini berdebar.

Tiga hari yang lalu kartu pos ini tiba di apartemennya. Tidak banyak beritanya, hanya sebuah pesan singkat yang dikirim adiknya, "Ibu sakit keras dan ingin sekali bertemu kakak. Kalau kakak tidak ingin menyesal, pulanglah meski sebentar, kak�c". Rini mengeluh perlahan membuang sesal yang bertumpuk di dada. Kartu pos ini dikirim Asih setelah beberapa kali ia menelpon rini, tapi rini tak begitu menggubris ceritanya. Mungkin ia bosan, hingga akhirnya hanya kartu ini yang dikirimnya. Ah, waktu seperti bergerak lamban, rini ingin segera tiba di rumah, tiba-tiba rindunya pada ibu tak tertahan. Tuhan, beri aku waktu, aku tak ingin menyesal�c

Sebenarnya rini sendiri masih tak punya waktu untuk pulang. Kesibukannya bekerja di sebuah perusahaan swasta di kawasan Yokohama, ditambah lagi mengurus dua puteri remajanya, membuat rini seperti tenggelam dalam kesibukan di negeri sakura ini. Inipun rini pulang setelah kemarin menyelesaikan sedikit urusan pekerjaan di Tokyo. Lagi-lagi urusan pekerjaan.

Sudah hampir dua puluh tahun rini menetap di Jepang. Tepatnya sejak rini menikah dengan Emura, pria Jepang yang rini kenal di Yogyakarta, kota kelahirannya. Pada saat itu Emura sendiri memang sedang di Yogya dalam rangka urusan kerjanya. Setahun setelah perkenalan itu, mereka menikah.

Masih tergambar jelas dalam ingatannya wajah ibu yang menjadi murung ketika rini mengungkapkan rencana pernikahan itu. Ibu meragukan kebahagiaannya kelak menikah dengan pria asing ini. Karena tentu saja begitu banyak perbedaan budaya yang ada diantara mereka, dan tentu saja ibu sedih karena rini harus berpisah dengan keluarga untuk mengikuti Emura. Saat itu rini berkeras dan tak terlalu menggubris kekhawatiran ibu.

Pada akhirnya memang benar kata ibu, tidak mudah menjadi istri orang asing. Di awal pernikahan begitu banyak pengorbanan yang harus rini keluarkan dalam rangka adaptasi, demi keutuhan rumah tangga. Hampir saja biduk rumah tangga tak bisa mereka pertahankan. Ketika semua hampir karam, Ibu banyak membantu mereka dengan nasehat-nasehatnya. Akhirnya mereka memang bisa sejalan. Emura juga pada dasarnya baik dan penyayang, tidak banyak tuntutan.

Namun ada satu kecemasan ibu yang tak terelakkan, perpisahan. Sejak menikah rini mengikuti Emura ke negaranya. Rini sendiri memang sangat kesepian diawal masa jauh dari keluarga, terutama ibu, tapi kesibukan mengurus rumah tangga mengalihkan perasaannya. Ketika anak-anak beranjak remaja, Rini juga mulai bekerja untuk membunuh waktu.

Rini tersentak ketika mendengar pemberitahuan kereta Narita Expres yang ia tunggu akan segera tiba. Waktu seperti terus memburu, sementara dingin semakin membuatnya menggigil. Sesaat setelah melompat ke dalam kereta ia bernafas lega. Udara hangat dalam kereta mencairkan sedikit kedinginannya. Tidak semua kursi terisi di kereta ini dan hampir semua penumpang terlihat tidur. Setelah menemukan nomor kursi dan melonggarkan ikatan syal tebal yang melilit di leher, rini merebahkan tubuh yang penat dan berharap bisa tidur sejenak seperti penumpang yang lainnya. Tapi ternyata tidak, kenangan masa lalu yang terputus tadi mendadak kembali berputar dalam ingatannya.

Ibu..ya betapa ia sadari kini sudah hampir empat tahun rini tak bertemu dengan ibunya. Di tengah kesibukan, waktu terasa cepat sekali berputar. Terakhir ketika rini pulang menemani puterinya, Rikako dan Yuka, liburan musim panas. Hanya dua minggu di sana, itupun rini masih disibukkan dengan urusan kantor yang cabangnya ada di Jakarta. Selama ini rini pikir ibunya cukup bahagia dengan uang kirimannya yang teratur setiap bulan. Selama ini rini pikir materi cukup untuk menggantikan semuanya. Mendadak matanya terasa panas, ada perih yang menyesakkan dadanya. "Aku pulang bu, maafkan keteledoranku selama ini�c" bisiknya perlahan.

Cahaya matahari pagi meremang. Kereta api yang melesat cepat seperti peluru ini masih terasa lamban untukku. Betapa masih jauh jarak yang terentang. Rini menatap ke luar. Salju yang masih saja turun menghalangi pandangannya. Tumpukan salju memutihkan segenap penjuru. Tiba-tiba rini teringat Yuka puteri sulungnya yang duduk di bangku SMA kelas dua. Bisa dikatakan ia tak berbeda dengan remaja lainnya di Jepang ini. Meski tak terjerumus sepenuhnya pada kehidupan bebas remaja kota besar, tapi Yuka sangat ekspresif dan semaunya. Tak jarang mereka berbeda pendapat tentang banyak hal, tentang norma-norma pergaulan atau bagaimana sopan santun terhadap orang tua.

Rini sering protes kalau Yuka pergi lama dengan teman-temannya tanpa idzin padanya atau papanya. Karena ia dibuat menderita dan gelisah tak karuan. Terus terang kehidupan remaja Jepang yang kian bebas membuatnya khawatir sekali. Tapi menurut Yuka hal itu biasa, pamit atau selalu lapor padanya dimana yuka berada, menurutnya membuat ia stres saja. yuka ingin rini mempercayainya dan memberikan kebebasan padanya. Menurutnya ia akan menjaga diri dengan sebaik-baiknya. Untuk menghindari pertengkaran semakin hebat, rini mengalah meski akhirnya sering memendam gelisah.

Riko juga begitu, sering ia tak menggubris nasehatnya, asyik dengan urusan sekolah dan teman-temannya. Papanya tak banyak komentar. Dia sempat bilang mungkin itu karena kesalahanku juga yang kurang menyediakan waktu buat mereka karena kesibukan bekerja. Mereka jadi seperti tidak membutuhkan mamanya. Tapi rini berdalih justru aku bekerja karena sepi di rumah akibat anak-anak yang beranjak dewasa dan jarang di rumah. Dulupun rini bekerja ketika si bungsu Riko telah menamatkan SD nya. Namun memang dalam hati ku akui, aku kurang bisa membagi waktu antara kerja dan keluarga.

Melihat anak-anak yang cenderung semaunya, rini frustasi juga, tapi akhirnya ia alihkan dengan semakin menenggelamkan diri dalam kesibukan kerja. Rini jadi teringat masa remajanya. Betapa ia ingat kini, diantara ke lima anak ibu, hanya ia yang paling sering tidak mengikuti anjurannya. Rini menyesal. Sekarang ia bisa merasakan bagaimana perasaan ibu ketika ia mengabaikan kata-katanya, tentu sama dengan sedih yang Rini rasakan ketika Yuka atau Riko juga sering mengabaikannya. Sekarang ia menyadari dan menyesali semuanya. Tentu sikap kedua puterinya adalah peringatan yang Allah berikan atas keteledorannya dimasa lalu. Aku ingin mencium tangan ibu....

Di luar salju semakin tebal, semakin ia tak bisa melihat pemandangan, semua menjadi kabur tersaput butiran salju yang putih. Juga semakin kabur oleh rinai air matanya. Tergambar lagi dalam benaknya, saat setiap sore ibu mengingatkan kami kalau tidak pergi mengaji ke surau. Ibu sendiri sangat taat beribadah. Melihat ibu khusu' tahajud di tengah malam atau berkali-kali mengkhatamkan alqur'an adalah pemandangan biasa buatnya. Ah..teringat ibu semakin tak tahan aku menanggung rindu. Entah sudah berapa kali kutengok arloji dipergelangan tangan.

Akhirnya setelah menyelesaikan semua urusan boarding-pass di bandara Narita, ia harus bersabar lagi di pesawat. Tujuh jam perjalanan bukan waktu yang sebentar buat yang sedang memburu waktu seperti dirinya. Senyum ibu seperti terus mengikutinya. Syukurlah, Window-seat, no smoking area, membuat ia sedikit bernafas lega, paling tidak untuk menutupi kegelisahannya pada penumpang lain dan untuk berdzikir menghapus sesak yang memenuhi dada. Melayang-layang di atas samudera fasifik sambil berdzikir memohon ampunan-Nya membuat ia sedikit tenang. Gumpalan awan putih di luar seperti gumpalan-gumpalan rindu pada ibu.

Yogya belum banyak berubah. Semuanya masih seperti dulu ketika terakhir ia meninggalkannya. Kembali ke Yogya seperti kembali ke masa lalu. Kota ini memendam semua kenangannya. Melewati jalan-jalan yang dulu selalu ia lalui, seperti menariknya ke masa-masa silam itu. Kota ini telah membesarkannya, maka tak terbilang banyaknya kenangan didalamnya. Terutama kenangan-kenangan manis bersama ibu yang selalu mewarnai semua hari-harinya. Teringat itu, semakin tak sabar ia untuk bertemu ibu.

Rumah berhalaman besar itu seperti tidak lapuk dimakan waktu, rasanya masih seperti ketika ia kecil dan berlari-lari diantara tanaman-tanaman itu, tentu karena selama ini ibu rajin merawatnya. Namun ada satu yang berubah, ibu...

Wajah ibu masih teduh dan bijak seperti dulu, meski usia telah senja tapi ibu tidak terlihat tua, hanya saja ibu terbaring lemah tidak berdaya, tidak sesegar biasanya. Rini berlutut disisi pembaringannya, "Ibu...Rini datang, bu..", gemetar bibirnya memanggilnya. Ia raih tangan ibunya perlahan dan mendekapnya didadanya. Ketika ia cium tangannya, butiran air matanya membasahinya. Perlahan mata ibu terbuka dan senyum ibu, senyum yang ia rindu itu, mengukir di wajahnya. Setelah itu entah berapa lama mereka berpelukan melepas rindu. Ibu mengusap rambut rini, pipinya basah oleh air mata. Dari matanya ia tahu ibu juga menyimpan derita yang sama, rindu pada anaknya yang telah sekian lama tidak berjumpa. "Maafkan Rini, Bu.." ucapnya berkali-kali, betapa kini rini menyadari semua kekeliruannya selama ini.

Minggu, 26 Desember 2010

SEJARAH ISLAM DI INDONESIA

Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.

Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi'i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.

Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil'alamin.

Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah - terutama Belanda - menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.

Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.

Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi'i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).

" Kekasihku Untuk Sahabatku "

Dalam keheningan malam, aku terdiam membisu, teringat aku akan kenangan dua tahun lalu, saat kita masih bersama terbius dalam lakon kisah klasik masa remaja yang indah. Entahlah apa yang terjadi, tiap kali aku melihat bintang, aku seperti melihat pancaran sinar matamu yang berhasil menggodaku terjebak dalam kesalahan termanis.
Yah! Mencintaimu adalah kesalahan bagiku, namun mencintaimu adalah dosa terindah yang pernah kuperbuat. Entah apa yang ada dalam pikiranku, tiap kali kumelihat sinar matamu, maka tiap kali juga aku melihat fatamorgana surga yang sebenarnya adalah neraka. “Tidak ini tidak boleh terjadi”,bisik malaikat dalam hati yang mencoba menyadarkanku. Aku sendiri yang telah membuat keadaan menjadi seperti ini. Aku sendiri yang telah menjodohkanmu dengan sahabatku. Hingga akhirnya misi ini berhasil, tetapi tiba-tiba kau datang padaku dengan mengucap kata cinta yang berhasil membuatku melayang tinggi. Hingga akhirnya aku sadar dan terjatuh kembali. Seharusnya kata cinta itu bukanlah untukku, tetapi kata cinta itu untuk sahabatku.

" MENCARI SAHABAT "

Ketika dunia terang, alangkah semakin indah jikalau ada sahabat disisi.
Kala langit mendung, begitu tenangnya jika ada sahabat menemani.
Saat semua terasa sepi, begitu senangnya jika ada sahabat disampingnya.
Sahabat, Sahabat, Dan sahabat.
Ya, itulah kira-kira sedikit tentang dirinya yang begitu merindukan kehadiran seorang sahabat.
Dia memang seorang yang sangat fanatik pada persahabatan. Namun, sekian lama pengembaraannya mencari sahabat, tak jua ia temukan. Sampai sekarang, saat dia telah hampir lulus dari sekolahku. Sekolah berasrama, dia pikir itu akan memudahkannya mencari sahabat. Tapi kenyataan dengan harapannya tak sejalan. Beragam orang disana belum juga bisa ia jadikan sahabat. Tiga tahun berlalu, yang ia dapat hanya kekecewaan dalam menjalin sebuah persahabatan. Memang tak ada yang abadi di dunia ini. Tapi paling tidak, dia berharap dalam tiga tahun yang ia habiskan di sekolahnya itu, Dia mendapatkan sahabat. Nyatanya, orang yang ia anggap sahabat, justru meninggalkannya kala dia membutuhkannya.

Jumat, 24 Desember 2010

" sembilan dosa - dosa rafael benitez "

Beberapa pekan terakhir, spekulasi tentang masa depan Rafael Benitez di Inter Milan terus bergejolak dan hari Kamis (23/12) kemarin semua mencapai puncaknya dengan berakhirnya kepemimpinan pelatih asal Spanyol itu di San Siro.

Semua saga ini bermula dari pernyataan Rafa usai membawa La Beneamata memenangkan trofi Piala Dunia Antar Klub, di mana ia memberi ultimatum pada pihak klub, khususnya presiden Massimo Moratti untuk memenuhi permintaannya akan pemain baru atau ia mengancam akan pergi.

Banyak pihak menyebut itu adalah langkah konyol yang dilakukan Benitez. Kemenangan melawan tim Kongo, TP Mazembe di final merupakan sesuatu yang dirasa wajib dan sudah diperkirakan semua orang – karena jika tidak, Benitez pun akan kehilangan pekerjaannya.

Benitez rupanya merasa sudah melakukan pekerjaan besar dan tidak belajar dari pengalaman pendahulunya, Roberto Mancini dan Luigi Simoni. Mancini dipecat Inter hanya sebulan setelah surat pengunduran dirinya ditolak, dan Simoni pun dilengserkan saat ia merasa layak menerima respek lebih besar usai memenangkan penghargaan Pelatih Terbaik.

Berikut adalah ‘dosa-dosa’ Rafael Benitez yang membuatnya terlempar dari kursi panas pelatih Nerazzurri:

1. Menyalahkan Kurangnya Amunisi Baru
Rafa terus-terusan mengeluh tentang kurangnya aktivitas transfer di tubuh Inter sejak kedatangannya musim panas kemarin, namun ia melupakan dua faktor penting. Pertama, pihak klub harus melakukan upaya untuk menyeimbangkan neraca keuangan mereka, dan kedua, skuad yang dimilikinya adalah adalah tim yang sama yang memenangkan lima trofi dalam tujuh bulan terakhir. Jadi kekuatan tim Inter sejatinya bukanlah masalah utama.

2. Menyalahkan Badai Cedera
Badai cedera yang menimpa Nerazzurri memang mengerikan dan itu tak diragukan lagi. Kehilangan tiga atau empat pemain adalah hal biasa, namun kehilangan hampir separuh skuad utama adalah masalah lain. Meski demikian, jika dirunut ke belakang, di awal musim Inter ditahan imbang tanpa gol oleh Bologna, kemudian dibekuk Roma serta bermain seri kontra Juventus, maka jelas bahwa hasil buruk dan performa mengecewakan Inter sudah muncul jauh sebelum badai krisis mendera.

3. Tak Bisa Mempertahankan Hubungan Dengan Skuad
Lihatlah komentar Marco Materazzi dan Dejan Stankovic usai final Piala Dunia Antar Klub. Stankovic menggambarkan posisinya di bangku cadangan bagaikan ‘luka tersayat’ sementara Materazzi mengatakan jika ‘apa yang dilakukan Benitez bukanlah urusan kami’. Dua pemain ini merupakan figur kunci, pemimpin di ruang ganti dan sikap mereka menggambarkan seluruh skuad Inter. Mereka tahu bahwa pelatih mereka tengah karam, namun mereka tak mau memberikan sedikit pun pertolongan.

4. Tak Memiliki Kekuasaan
Para pemain Inter mungkin tak membenci pelatihnya, namun mereka tak menghormatinya dan itu hal yang jauh lebih buruk. Saat melawat ke Roma, Cristian Chivu menerobos ke sisi lapangan sembari berteriak pada Benitez. “Jika tak ada yang berubah, maka aku akan pergi,” serunya memprotes kegagalan Samuel Eto’o membantu pertahanan. Apakah ia berani melakukannya pada Jose Mourinho? Sepertinya tidak. Wesley Sneijder bahkan mengatakan jika ia rela mati demi Mourinho, namun ia tak mau susah payah berkorban untuk Benitez.

5. Terlalu banyak Berkelit
Enam kekalahan dan enam hasil imbang yang didapat Inter sejauh ini mungkin akan lebih mudah dicerna bagi fans Inter jika sang Spaniard sedikit lebih merendah dalam komentarnya usai pertandingan. Namun sebaliknya, ketimbang memuji penampilan lawan atau mengakui buruknya penampilan anak asuhnya, Benitez lebih suka mengajukan berbagai macam alibi, mulai dari cedera, kondisi lapangan, kepemimpinan wasit dan sebagainya.

6. Kalah di Laga Penting
Takluk dalam partai Derby della Madonnina, tumbang saat bertandang ke kandang Roma dan Lazio, juga saat melawat ke markas Tottenham dan Werder Bremen, yang digambarkan Benitez sebagai ‘laga yang tak harus dimenangkan’, namun nyatanya itu telah membuang peluang mereka untuk mempertahankan posisi pemuncak klasemen Liga Champions – dan tentunya menambah berat langkah mereka di babak knockout.

7. Bermain Api
Piala Dunia Antar Klub mungkin menjadi peluang Benitez untuk menyelamatkan pekerjaannya dan ia sudah berhasil melakukannya, jika saja ia tak terhanyut oleh kemenangan. Sebelum turnamen, Moratti menyatakan jika memenangkan trofi itu akan mengangkat nilai Benitez dari 6 menjadi 10. Inter sukses merengkuh gelar kelima mereka, dan jika saja Benitez mau mempertahankan egonya, mungkin ia akan mendapatkan respek yang ia inginkan. Sebaliknya, ia bermain api dengan ultimatum ‘dukung aku atau pecat aku’ yang kemudian memulai saga pemecatannya.

8. Tak Tahu Terima Kasih
Aksi ultimatum Benitez itu mungkin menjadi hal yang jelas betapa ia tak tahu rasa berterima kasih pada Moratti. Ia gagal memahami bahwa ia bisa dan mungkin saja dipecat jauh sebelum Piala Dunia Antar Klub digelar, jika itu bukan karena sang presiden.

9. Mengambil Alih Tugas Yang Beresiko
Posisi jabatan pelatih Inter yang lowong di musim panas kemarin layaknya merupakan minuman racun, terutama untuk Benitez. Mourinho tampaknya telah mempersiapkan semuanya untuk sang rival lama di Liga Premier: memenangkan treble, kemudian meninggalkan Milan dan menyaksikan musuhnya itu mengambil alih tugas yang tampak mustahil yakni melanjutkan kesuksesannya sementara The Special One terus ‘mengejeknya’ dari Real Madrid.

Mengingat blunder transfer yang dilakukan Benitez semasa di Liverpool, kemungkinan besar Moratti kini bisa bernafas lega bahwa ia tak menuruti kemauan Benitez dan lebih memilih untuk melepasnya pergi.

FORZA INTER !!!
FORZA INTER !!!
FORZA INTER !!!

Kamis, 23 Desember 2010

Nerazzurri Tunggu Dendam Bavarians

Bos besar inter Massimo Moratti menyambut antusias hasil pengundian babak 16 besar Liga Champions musim ini. Presiden Inter Milan tak segan mengklaim pertemuan dengan Bayern Munich sarat dengan aura balas dendam.

Di musim lalu, The Bavarians harus merelakan trofi bergengsi Eropa sekaligus membiarkan Nerazzurri meraih gelar treble.
Inter akan menjamu Bayern di leg pertama pada 15 Februari mendatang, dan laga penentuan akan digelar di Allianz Arena pada 8 Maret 2011. Menurut Moratti, kedua laga tersebut diselimuti misi balas dendam skuad besutan Louis van Gaal.

Tentunya akan menjadi ajang balas dendam bagi mereka. Kami harus menunggu dalam kondisi seperti apa kami akan menghadapinya,” jelas pria berkacamata, seraya mengingat penurunan performa Javier Zanetti dkk.

Kami sudah sering menghadapi Bayern. Laga ini memang bersejarah, tapi terlalu dini untuk menilai seperti apa laga akan berlangsung.

Kami baru akan berhadapan dalam beberapa bulan kedepan. Tahun lalu, kami bisa menyingkirkan juara Inggris dan Spanyol. Tahun ini, kami memulainya lagi dengan wakil Jerman. Jadi, tunggu saja apa yang akan kami lakukan.

FORZA INTER !!!
FORZA INTER !!!
FORZA INTER !!!

Inter Inginkan Leonardo & Kaka

Ternyata tak hanya sosok Leonardo Araujo yang disiapkan kubu Inter Milan untuk menggantikan pelatih Rafael Benitez. Ternayata, kubu Nerazzurri juga ingin melengkapinya dengan merekrut megabintang Real Madrid, Ricardo Kaka.

Ketegangan hubungan antara manajemen Inter dan Benitez memang kian memanas seiring komentar pedas Benitez usai mengantar Inter menyabet gelar Piala Dunia Antarklub beberapa waktu lalu, yang membuat presiden klub Massimo Moratti kecewa dan marah. Terkini, agen Benitez kabarnya tengah berbicara dengan kubu Inter untuk melepaskan kontrak agennya.

Pemilihan nama Leonardo sebagai allenatore Inter bukan tanpa alasan. Pihak manajemen Inter kabarnya berharap dengan datangnya Leo, La Beneamata bisa mendapatkan tanda tangan mantan bintang Brasil tersebut ke Giuseppe Meazza. Pasalnya, Leo diketahui merupakan sosok yang paling berjasa dalam mendatangkan Kaka ke Milan pada 2003.

Untuk mendapatkan jasa Kaka, kubu Inter bahkan berani melepas salah satu bintangnya Douglas Maicon ke Santiago Bernabeu untuk bergabung dengan mantan mentornya, Jose Mourinho. Kebetulan, kubu Madrid juga sempat menyatakan ketertarikannya untuk merekrut Maicon di bursa transfer musim panas kemarin.

Minggu, 05 Desember 2010

TUGAS 3 SIM

Jelaskan perbedaan antara system life cycle (SLC) dengan system development life cycle (SDLC)

* System Life Cycle (SLC)
System Life Cycle (SLC) adalah proses evolusi yang diikuti oleh pelaksanaan sistem informasi dasar-dasar atau subsistem.

* System Life Cycle terdiri dari lima fase yaitu :
1. Fase Perencanaan
Fase ini dimulai dengan mendefinisikan masalah dan dilanjutkan dengan sistem penunjukan objektif dan paksaan. Di sini sistem analis memimpin studi yang mungkin terjadi dan mengemukakan pelaksanaannya pada manajer.
2. Fase Analisis
Fase ini mempunyai tugas penting yaitu menunjukkan kebutuhan pemakai informasi dan menentukan tingkat penampilan sistem yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Fase ini meliputi penetapan jangkauan proyek, mengenal resiko, mengatur rangkaian tugas, dan menyediakan dasar untuk kontrol.
3. Fase Desain
Fase Desain ini meliputi penentuan pemrosesan dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru, dan pemilihan konfigurasi terbaik dari hardware yang menyediakan desain. Desain system adalah ketentuan mengenal proses dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru.
4. Fase Pelaksanaan / Implementasi
Fase ini melibatkan beberapa spesialis informasi tambahan yang mengubah desain dari bentuk kertas menjadi satu dalam hardware, software, dan data. Pelaksanaan adalah penambahan dan penggabungan antara sumber-sumber secara fisik dan konseptual yang menghasilkan pekerjaan sistem.
5. Fase Pemakaian / Penggunaan
Selama fase penggunaan, audit memimpin pelaksanaannya untuk menjamin bahwa sistem benar-benar dikerjakan, dan pemeliharaannya pun dilakukan sehingga sistem dapat menyediakan kebutuhan yang diinginkan.

* System Development Life Cycle (SDLC)
System Development Life Cycle (SDLC) merupakan proses logis yang digunakan oleh analis sistem untuk mengembangkan sistem informasi, termasuk persyaratan, validasi, pelatihan, dan pengguna (stakeholder) kepemilikan. Setiap SDLC harus menghasilkan sistem berkualitas tinggi yang memenuhi atau melampaui harapan pelanggan, mencapai penyelesaian dalam perkiraan waktu dan biaya, bekerja secara efektif dan efisien dalam arus dan infrastruktur Teknologi Informasi yang direncanakan, dan mudah dan murah untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas.

* berikut ini adalah tahapan SDLC secara umum :
1. Pengumpulan data (data gathering)
Jika sudah ada sistem yang berjalan sebelumnya maka perlu dilakukan pengumpulan data dan informasi yang dihasilkan dari sistem yang ada. Pengumpulan laporan (report), cetakan (print-out), dsb baik yang sudah ada maupun yang diharapkan untuk ada pada sistem yang baru.Interview dan questionnaire terhadap orang-orang yang terlibat dalam sistem juga mungkin perlu dilakukan. Apabila sistem yang akan dikembangkan benar-benar baru (belum ada sistem informasi sebelumnya) maka pada tahapan ini pengembang bisa lebih menekankan kepada studi kelayakan dan definisi sistem.
2. Analisa Sistem
Jika tahapan pengumpulan data dilakukan dengan melibatkan klien atau pengguna sistem informasi, maka mulai dari tahapan analisa lebih banyak dilakukan oleh pihak pengembang sendiri. Analisa terhadap sistem yang sedang berjalan dan sistem yang akan dikembangkan. Mendefinisikan objek-objek yang terlibat dalam sistem dan batasan sistem.
3. Perancangan Sistem (design)
Merancang alir kerja (workflow) dari sistem dalam bentuk diagram alir (flowchart) atau Data Flow Diagram (DFD). Merancang basis data (database) dalam bentuk Entity Relationship Diagram (ERD) bisa juga sekalian membuat basis data secara fisik. Merancang input ouput aplikasi (interface) dan menentukan form-form dari setiap modul yang ada. Merancang arsitektur aplikasi dan jika diperlukan menentukan juga kerangka kerja (framework) aplikasi. Pada tahapan ini atau sebelumnya sudah ditentukan teknologi dan tools yang akan digunakan baik selama tahap pengembangan (development) maupun pada saat implementasi (deployment).
4. Penulisan kode program (Coding)
Programming (desktop application) atau Scripting (web-based application) hanyalah salah satu tahapan dari siklus hidup pengembangan sistem. Tahapan ini dilakukan oleh satu atau lebih programmer. Jika tahapan analisa dan perancangan sistem telah dilakukan dengan baik, maka porsi tahapan coding tidaklah besar.
5. Testing
Biasanya tahapan ini dilakukan oleh Quality Assurance dari pihak pengembang untuk memastikan bahwa software yang dibangun telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu metodenya bisa dengan menginput sejumlah data pada sistem baru dan membandingkan hasilnya dengan sistem lama. Apabila diperlukan maka tahapan ini bisa dibagi menjadi dua yaitu testing oleh pihak pengembang (alpha testing) dan testing oleh pihak pengguna (beta testing).
6. Instalasi
Pada pengembangan aplikasi Client-Server, umumnya terdapat server untuk development, testing dan production. Server developmentberada di tempat pengembang dan dipergunakan selama pengembangan dan bisa juga setelahnya untuk perbaikan aplikasi secara terus menerus (continuous improvements). Server testing berada di tempat pengembang dan bisa juga di tempat pengguna apabila diperlukan beta testing. Setelah aplikasi dirasa siap untuk dipergunakan maka digunakanlah server production yang berada di tempat pengguna. Pada prakteknya di tempat pengembang juga bisa terdapat server production yaitu server yang memiliki spesifikasi hardware dan software yang sama dengan server di tempat pengguna. Hal ini dimaksudkan agar apabila ditemukan error atau bugpada aplikasi di tempat pengguna maka pengembang dapat mudah mencari penyebabnya pada server production mereka.
7. Pelatihan
Pihak pengembang memberikan training bagi para pengguna program aplikasi sistem informasi ini. Apabila sebelumnya tidak dilakukan beta testing maka pada tahapan ini juga bisa dilangsungkan User Acceptance Test.
8. Pemeliharaan
Maintenance bertujuan untuk memastikan bahwa sistem yang digunakan oleh pihak pengguna benar-benar telah stabil dan terbebas dari error dan bug. Pemeliharaan ini biasanya berkaitan dengan masa garansi yang diberikan oleh pihak pengembang sesuai dengan perjanjian dengan pihak pengguna. Lamanya waktu pemeliharaan sangat bervariasi. Namun pada umumnya sistem informasi yang kompleks membutuhkan masa pemeliharaan dari enam bulan hingga seumur hidup program aplikasi.